Pada mulanya, Media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan. Kata media berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata (medium). Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti perantara atau pengantar. Yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan penerima pesan (a receiver). Jadi dalam pengertian yang lain media adalah alat atau sarana yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada hal layak.
Maka dari itu media hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar guru (teaching aids). Alat bantu yang dipakai adalah alat bantu visual, misalnya gambar, model, objek, dan alat-alat lain yang didapat memberikan pengalaman kongkret.
Oleh karena itu, Pertama, guru perlu memiliki pemahaman media pengajaran, yaitu tentang jenis dan manfaat media pengajaran, kriteria memilih dan menggunakan media pengajaran, menggunakan media sebagai alat bantu mengajar, dan tindak lanjut pengggunaan media dalam proses belajar siswa. Kedua, guru harus terampil membuat media pengajaran sederhana untuk keperluan pengajaran, terutama media dua dimensiatau media grafis, media tiga dimensi dan media proyeksi. Ketiga, pengetahuan dan keterampilan dalam menilai keefektifan penggunaan media dalam proses pengajaran.
- JENIS MEDIA PEMBELAJARAN
Arief S. Sadiman (1990) dalam (Uus Ruswandi dan Badrudin, 2008: 37-38) mengemukaka bahwa kenis media yang lazim dipakai dalam proses belajar mengajar khususnya di indonesia sebagai berikut :
a) Media grafis
Media ini merupaka media visual yang dapat menyampaikan pesan berupa symbol-simbol komunikasi visual. Secara khusus, grafis berfungsi untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasika atau menghiasa fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan apabila tidak di grafiskan. Beberapa jenis media ini diantaranya : gambar atau fhoto, sketsa, diagram, bagan (chart), grafik (graphs), kartun, poster, peta/globe, papan planel (planel board), papan bulletin (bulletin board).
b) Media audio
Media ini menitik beratkan pada indera pendengaran. Ada beberapa jenis yang termasuk dalam media audio ini, yaitu : radio, alat perekam pita magnetic (tepe recorder), piringan hitam, dan laboratorium bahasa. Media audio yaitu media yang berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang auditif, baik verbal (kedalam kata-kata/bahasa lisan) maupun non verbal. Beberapa jenis media yang termasuk dalam kelompok ini adalah radio dan alat perekam pita magnetik.
c) Media proyeks atau media visual.
Istilah lain media ini yaitu still proyected, medium yang memiliki persamaan dengan media grafis, terutama berkaitan dengan teknis, penyajian yang lebih menitikberatkan media visual. Perbedaannya adalah media grafis langsung dipergunakan sesuai tanpa proyeksi, sedangkan media proyeksi memerlukan alat penampil yakni proyektor. Beberapa jenis media proyeksi diam antara lain film bingkai (slide), film rangkai (film strip), over head proyektor (OHV), proyektor opaque. Media berbasis visual (image atau perumpamaan) memegang peranan yang sangat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan. Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi efektif, visual sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus berinteraksi dengan visual (image) itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi. Yang termasuk dalam kelompok ini yaitu Gambar representasi, Diagram, Peta, Grafik, Overhead Projektor (OHP), Slide, dan Filmstrip.
d) Media audio visual.
Media ini merupakan jenis yang mengintegrasikan indera penglihatan dan pendengaran. Dengan kata lain baik untuk suara ataupun unsur gambar berasal dari satu sumber. Adapun yang termasuk media audio visual ini antara lain : film (gambar hidup), loofe (film-film gelang), televisi termasuk (TVST) dan video. Media audio-visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media auditif (mendengar) dan visual (melihat). Media Audiovisual merupakan sebuah alat bantu audiovisual yang berarti bahan atau alat yang dipergunakan dalam situasi belajar untuk membantu tulisan dan kata yang diucapkan dalam menularkan pengetahuan, sikap, dan ide.
Jenis-jenis Media Audio Visual
1) Media Audio Visual Gerak
Media audio visual gerak adalah media intruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman (kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi) karena meliputi penglihatan, pendengaran dan gerakan, serta menampilkan unsur gambar yang bergerak. Jenis media yang termasuk dalam kelompok ini adalah televisi, video tape, dan film bergerak.
2) Media Audio Visual Diam
Media audio visual diam yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam, seperti:
a. Film bingkai suara (sound slides)
Film bingkai adalah suatu film transparan (transparant) berukuran 35 mm, yang biasanya dibungkus bingkai berukuran 2x2 inci terbuat dari kraton atau plastik. Ada program yang selesai dalam satu menit, tapi ada pula yang hingga satu jam atau lebih. Namun yang lazim, satu program film bingkai suara (sound slide) lamanya berkisar antara 10-30 menit. Jumlah gambar (frame) dalam satu program pun bervariasi, ada yang hanya sepuluh buah, tetapi ada juga yang sampai 160 buah atau lebih.
b. Film rangkai suara
Berbeda dengan film bingkai, gambar (frame) pada film rangkai berurutan merupakan satu kesatuan. Ukurannya sama dengan film bingkai, yaitu 35 mm. Jumlah gambar satu rol film rangkai antara 50-75 gambar dengan panjang kurang lebih 100 sampai dengan 130, tergantung pada isi film itu.
e) Multimedia merupakan kombinasi dari berbagai media yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu menggunakan audio, video, grafis dan lain sebagainya, Multimedia diarahkan kepada komputer yang dalam perkembangannya sangat pesat dan sangat membantu dalam dunia pendidikan. Media internet yang merajalela dan telah memberikan pengaruh positif daklam pelaksanaan pembelajaran diantaranya dengan adanya program e-learning, e-education dan lain-lain.
Dengan adanya alat atau media, maka proses pembelajaran akan tersampaikan dan mendapatkan hasil yang diinginkan berdasarkan pemaparan diatas, terdapat beberapa jenis alat atau media yang biasa serinh digunakan dalam proses pembelajaran, pertama : Media grafis, yang sering disebut dua dimensi yakni media yang mempunyai panjang dan lebar. Jenis-jenisnya diantaranya : gambar, fhoto, grafis, bagan, diagram, poster, komik, dll. Kedua : media tiga dimensi, yaitu dalam bentuk model dan boneka. Tiga : Media proyeksi, seperti silde dan OHV terlepas dari tiga media diatas, masih banyak lagi media yang dapat digunkan sebagai media pembelajaran, tergantung kebutuhan siswa terhadap media itu sendiri, seperti lingkungan, karyawisata, fillm, sinetron, televisi, dll. Penggunaan media sangat tergantung pada tujuan pengajaran, kemudahan mendapatkan media, yang diperlukan, serta kemampuan guru dalam menggunakannya.
Untuk mempertinggi kualitas pengajaran, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang guru dalam menggunakan media pembelajaran.
Pertama, guru perlu memiliki pemahaman media pengajaran, yaitu tentang jenis dan manfaat media pengajaran, kriteria memilih dan menggunakan media pengajaran, menggunakan media sebagai alat bantu mengajar, dan tindak lanjut pengggunaan media dalam proses belajar siswa. Kedua, guru harus terampil membuat media pengajaran sederhana untuk keperluan pengajaran, terutama media dua dimensiatau media grafis, media tiga dimensi dan media proyeksi. Ketiga, pengetahuan dan keterampilan dalam menilai keefektifan penggunaan media dalam proses pengajaran.
Apabila penggunaan media sebagai alat pengajaran tidak mempengaruhi proses dan kualitas pengajaran, sebaiknya guru tidak memaksakan penggunaannya, dan perlu mencari usaha lain di luar media pengajaran.
2. KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN
Dengan memperhatikan karakteristik dan kemampuan masing-masing media, guru dapat membangkitkan minat belajar siswa. Adapun kriteria atau karakter yang harus diperhatikan oleh guru dalam memilih media, adalah:
1. Ketepatan dengan tujuan pegajaran, artinya media pengajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan. Tujuan instruksional yang berisikan unsur pemahaman, aplikasi, sinteis, lebih memungkinkan digunakannya media pengajaran.
2. Dukungan terhadap isi bahan pelajaran, artinya bahan pelajaran yang bersifat fakta, prinsip, konsep, dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media, agar lebih mudah dipahami siswa.
3. Kemudahan memperoleh media.
4. Keterampilan guru dalam menggunakannya, apapun jenis media yang diperlukan, syarat utamanya adalah guru dapat menggunakannya dalam proses pengajaran.
5. Tersedia waktu untuk menggunakannya, sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung.
6. Sesuai dengan tarap berfikir siswa, sehingga makna yang terkandung didalamnya, dapat dipahami oleh para siswa.
Dengan memperhatikan kriteria pemilihan media tersebut, guru dapat lebih mudah menggunakan alat atau media mana yang dianggap tepat untuk membantu mempermudah tugas-tugasnya sebagai pengajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar